NGOPI GENZA Jadi Wadah Edukasi Keselamatan Berkendara bagi Pelajar di Padang
SerasiNews.com, PADANG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus memperkuat upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui program edukasi NGOPI GENZA (Ngobrol Pintar Bersama Generasi Z dan Alpha) yang kembali menyasar lingkungan sekolah.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Goes To School tersebut digelar di SMKN 7 Padang pada Jumat (12/6/2026). Acara ini melibatkan ratusan siswa dari SMKN 7 Padang, SMKN 8 Padang, dan SMKN 4 Padang yang antusias mengikuti berbagai sesi edukasi keselamatan berkendara.
Program ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Ditlantas Polda Sumbar, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, serta PT Jasa Raharja Sumatera Barat. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang masih banyak melibatkan kalangan pelajar dan remaja.
Pembukaan kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak sekolah dan dilanjutkan dengan penyampaian pesan keselamatan dari perwakilan Ditlantas Polda Sumbar, Dinas Pendidikan, serta Jasa Raharja. Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa menciptakan budaya keselamatan di jalan raya bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Materi edukasi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami peserta. Kanit 3 Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sumbar, AKP Undra, memberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas. Ia mengingatkan para siswa tentang berbagai pelanggaran yang kerap terjadi, seperti tidak menggunakan helm standar, berkendara tanpa dokumen lengkap, hingga mengabaikan rambu-rambu lalu lintas.
Menurutnya, setiap bentuk pelanggaran berpotensi memicu kecelakaan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Untuk meningkatkan partisipasi siswa, sesi edukasi juga diselingi dengan yel-yel keselamatan yang disambut meriah oleh peserta.
Sementara itu, perwakilan PT Jasa Raharja Sumatera Barat memberikan penjelasan mengenai perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas. Para siswa juga dibekali informasi terkait hak-hak korban dan pentingnya memahami aspek hukum dalam berkendara.
Pada sesi berikutnya, IPTU Rizal Aziz dari Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sumbar memaparkan sejumlah faktor yang menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas. Ia menyebut kelalaian manusia masih menjadi faktor dominan, mulai dari penggunaan telepon seluler saat berkendara, melaju dengan kecepatan tinggi, hingga tidak menggunakan perlengkapan keselamatan.
Selain mendapatkan materi, para siswa aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan terkait aturan lalu lintas, keselamatan berkendara, hingga penanganan kecelakaan disampaikan peserta. Panitia juga memberikan apresiasi berupa hadiah kepada siswa yang berpartisipasi aktif.
Kegiatan semakin semarak dengan penampilan seni dari para pelajar yang turut menyampaikan pesan-pesan keselamatan melalui kreativitas mereka.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Mohammad Reza Chairul Akbar Siddiq, menegaskan bahwa NGOPI GENZA merupakan salah satu upaya membentuk generasi muda yang sadar hukum dan memiliki budaya tertib berlalu lintas.
Menurutnya, Generasi Z dan Alpha akan menjadi kelompok pengguna jalan terbesar di masa mendatang sehingga edukasi keselamatan harus diberikan sejak dini. Ia berharap para pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Ia juga menilai pendekatan edukasi melalui sekolah merupakan langkah efektif untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya keselamatan berkendara. Tidak hanya bertujuan mengurangi angka pelanggaran dan kecelakaan, program ini juga diharapkan mampu melahirkan agen perubahan yang dapat menyebarkan budaya tertib berlalu lintas kepada sesama generasi muda.
Program tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah yang terlibat. Mereka menilai kehadiran Ditlantas Polda Sumbar di lingkungan pendidikan memberikan manfaat besar dalam membangun karakter disiplin dan kesadaran keselamatan bagi para siswa.
Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat juga menyatakan dukungannya terhadap program NGOPI GENZA dan berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke lebih banyak sekolah di berbagai daerah. Edukasi mengenai penggunaan helm berstandar SNI, kelengkapan dokumen kendaraan, penggunaan sabuk pengaman, hingga pencegahan balap liar dinilai penting untuk terus disosialisasikan.
Melalui sinergi antara Ditlantas Polda Sumbar, Dinas Pendidikan, Jasa Raharja, dan pihak sekolah, program NGOPI GENZA diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya keselamatan di jalan raya serta menjadi pelopor budaya tertib berlalu lintas di Sumatera Barat.
(Rini)







