Latest Post

Aceh Afif Maulana Agam AIDS Aipda Dian WR AirterjunLembahAnaiMeluap Aksibersihpantai AksiJalanan Aleknagari Amak Lisa AmalanBulanRajab AnakHanyut AndreRosiade AnjingPelacak anthropophobia Antikorupsi ApdateKorbanBencanaSumatera Apelsiaga Apeltanggapbencana Arif maulana Arosuka Artikel Artis Minang Asusila balapliar BalapMotor Bali Balikpapan BandarNarkobaKabur Bandung BangunanLiar Banji Banjir BanjirAceh BanjirAgam BanjirBandang BanjirPadang BanjirSumatera BanjirSumbar BanjirSumut BankNagari bansos banten BantuanBencanaAcehHilang BantuanKorbanBencanaPasbar Banyuwangi Bapenda BareskrimPolri Batam BatangArau Batuk BBM BeaCukai bencana Bencana alam Bencanaalam BencanaAlamSumateraBarat BencanaHidrometeorologi BencanaKotaPadang BencanaSumatera BencanaSumbar BerantasNarkoba BeritaDaerah BibitSiklonTropis95B BKSDA BMKG BNNPSumbar BNNsumbar BNPB BobonSantoso Box Redaksi BPBDKabupatenAgam BPBDPadang BPBDSumbar BPHMigas BPJNSumbar BPKB BrimobPoldaSumbar Brimobuntukindonesia BRISuperLeague bukit sitinurbaya Bukittinggi BungaBangkai BungaRafflesia BWSS V padang BWSSV BWSSVPadang Calon Bupati cemburubuta CerintIrallozaTasya Cikampek Cikarang CuacaEkstrem cuacapanasekstrem curanmor Daerah danabos Dandrem 032 WBR DaniFaisal dankodaeral II Demonstrasi Denpasar Depok DeptCollector Dharmasraya Dinas sosial DinasPendidikanSumbar DinasPerpusipPadang DinasPerpustakaandanArsip DinasPertanian dinassosial dinassosialpadang Dirlantas Dirlantas Polda Sumbar DirlantasPoldaSumbar Disdukcapil DitlantasPoldaSumbar DitpolairudPoldaSumbar DPCPKBkotapadang DPDRI DPR DPRD Padang DPRDpadang DPRDsumbar DPUPR DPUPRPadang dubalangkota EmpatPilar Enarotali Evakuasi festival sepakbola Filipina FlyOver Galodo GalodoLembahAnai gangguanhormon GanjaKering gaya hidup GayaHidup gempa GempaBumi gerakcepatdinsos gorontalo GrasstrackMotocross Gresik GunungMerapiErupsi gurbernurriaukenaottkpk HAM HargaCabaiNaik Haripahlawan Harisumpahpemuda Hidroneteologi Hipnotis HismawaMigas HIV Hot New HubunganSesamaJenis hukum Huntara HUT Humaspolri ke 74 HUT80Brimob Hutan HUTKe-64 IKW IKWRI IlegalFishing IlegalMinning IllegalLogging Indonesia Indonesia. indonesiamaju infrastruktur Intan jaya Internasional irigasi Islam Islami Jakarta Jakarta Selatan JalanLembahAnaiPutus JalanLongsor JalanRetak Jambi Jawa Tengah Jayapura Jayawijaya JembatanPutus JembatanRetak Jogyakarta jurnalis JusufKalla K9 Kabupaten Agam kabupaten dharmasraya Kabupaten Solok KabupatenAgam KabupatenDharmasraya KabupatenPasaman KabupatenPasamanBarat KabupatenPesisirSelatan KabupatenpPasaman kabupatenSolokSelatan KafeKaraoke KafeKaroke KAI Sumbar Kakorlantas kakorlantaspolri KAN kapolres kapolressijunjung Kapolri KarangTaruna kasat narkoba KasusMedis keamanan KeamananPublik kebakaran KebakaranPasarPayamumbuh KebatanGunungNagoPutus kecamatankototangah kecelakaan kegiatanrutin KejariDharmasraya kejaripadang kejaripesel KejatiSumbar kekerasan kelangkaanBBM kelangkaansolar KelurahanRimboKaluang Kemenag Kemenhut Kemenkes Kementrian PU kementriankebudayaan KementrianLingkunganHidup KemuliaanBulanRajab kendaraan KeracunanMakanan Kesehatan keselamatan bersama keselamatan kerja kesiapsiagaan kesunyian malam KetahananPangan ketertiban umum KetertibanUmum Kiwirok KKB KLHK Kodam XX TIB Kodim 0307 Tanah Datar KomnasHAM komplotanganjalATM KorbanBanjirAgam KorbanBrncanaAgam Korem 032/WB Korpolairud korupsi Kota Padang KotaBukittinggi KotaPadang KotaPariaman KPK Kriminal KRYD KUHP KumpulanDo'a Laksamanamuda Lampung LapasIIA LayananKesehatan LembahAnai Lembang Leonardy LGBT life style lifestyle Lima Puluh Kota LimaPuluhKota lingkungan listrikilegal literasi lombok timur Longsor LongsorKampusUINImambonjol LowonganKerjaPalsu Madiun Magelang MahardikaMudaIndonesia MahasiswiHilang MahyeldiAnsharullah Makan Bergizi Gratis Makasar Malalak MalPraktek ManfaatAirKelapa manila MapolsekMuaraBatangGadisDibakarMasaa MataElang Medan MengelolaAirUntukNegri mentalhealth Mentawai Mesum Mimika Miras MirasIlegal MobilBencanaDibakarMassa MobilPatwalPoldaSumbarKecelakaan MobilSatpolPPAcehDibakarMassa MobilTerbakar MogokKerja MTsN10pesisirselatan Muhammadiyah Mutasi mutilasibayi nagarisolokambah nagarisulitair narkoba Narkotika Nasioanl Nasional ngaraisianok NinjaSawit NTT odgj OjekOnline OknumGuruLGBT Oksibil olahraga Opini OprasiKeselamatanSinggalang2026 OprasiLilinSinggalang2025 oprasimalam OprasiSinggalang2026 oprasitumpasbandar2025 oprasizebra2025 oprasizebrasinggalang2025 OrangHanyut OTTKPK PabukoanGratis PADA Padang Padang panjang Padang Pariaman PadangAman PadangPariaman PadangRancak PadangSigap Pahlawannasional pajak air tanah Palimanan pandekarancak PanenRaya pantaipadang Papua parenting Pariaman Paristiwa Parkir Parlemen Pasaman Pasaman barat pasamanbarat pasang pasarrayapadang Pasuruan Payakumbuh PDAM PeduliBencana Pekanbaru Pelalawan pelayananhumanis PelayananPublik pelayanansosial PelemikBantuanAsing PemakamanMasalKorbanBencanaSumbar Pemasyarakatan PembabatanHutan PembalakanHutanMentawai pembalakanLiar Pembinaan PembinaanWargaBinaan Pembunuhan pemerasan Pemko Padang PemkoPadang PemulihanBencana PemutihanPajakKendaraan pencabulan PencarianKorbanBanjirPadang Pencirian PenculikanAnak Pencurian Pendidikan penegakanhukum penemuanbayi penemuanJanin PenemuanJasadBayo penemuanmayat Penertiban Pengancaman pengangguran penganiayaan Pengeroyokan Penggelapan PenggelapanMotor Penjarahan Perbankan Perceraian Perdagangan Perekonomian peristiwa peristiwadaerah perlindungananak Persami PersijaJakarta pertahanan PerumdaAirMinum Pesisir Selatan PesisirSelatan Peti PJN PKL PolaMakan PolantasMenyapa Polda banten Polda Jabar Polda Kalbar Polda Metro Jaya polda Papua POLDA SulBar POLDA SUMBAR PoldaRiau Poldasumbar PoldaSumut Polhut Policegoestoscool Polisi Politik polPP polres Polres 50 kota Polres Dharmasraya Polres Mentawai Polres Padang panjang Polres Pasaman Polres Pasaman Barat Polres Solok Polres solok selatan PolresPadang polrespasaman polrespasamanbarat polrespasbar PolresPayakumbuh polrespesel PolresSolokKota polresSolokSelatan Polresta bukittinggi Polresta Padang PolresTanahDatar polrestapadang POLRI PolriPresisi Polsek bungus barat Polsek Koto Tangah Padang Polsek Lubeg Pontianak PrabowoSubianto PrajuritTNITewas PrediksiCuaca premanisme Presiden RI PrestaPadang ProyekNasional psp padang Ptostitusi PuanMaharani Puasa Puncak jaya Purwakarta jawabarat QuickWins Ramadhan Razia RekeningDormant Religi RevisiKUHP Riau RidwanKamil RokokIlegal RutanPadang sabu Sajam SakitPerut Sarkel SatgasDamaiCartenz satgasoprasidamai satlantaspolresta SatpolPP SatpolPPAceh Sawahlunto Sawmil SeaGamen2025 segmen sianok seherman SekolahRakyat Semarang semenpadang SemenPadangFC Senjatatajam sepakbola sepakbolaindonesia SepakBolaWanita Serang ServisKendaraanGratisKorbanBanjirAgam SiagaBencana SigapMembangunNegriUntukRakyat Sijunjung sikat singgalang2025 silent treatment simulasibencana Sinkhole siswismptewassaathiking sitinjaulauik Skoliosis SMA1pulaupunjung sobatlalulintasrancakbana solok Solok selatan solokarosuka solokselatan solsel Sosialisasi SPBUganting SPPG STNK Strongpoint subsidi ilegal sukabumi Sulawesi Tenggara Sumatera Barat SumateraBarat Sumaterbarat Sumatra barat Sumbar SungaiKuranji Surabaya swasembadapangan TablighAkbar TambangEmasIlegal tambangilegal TambangIlegalSumbar Tanah datar tanahdatar tanggapdarurat TanggapDaruratBencana tawuran TawuranNarkoba Terbaru Ternate Timika Papua timklewang TimnasIndonesiaU22 TimnasWanitaIndonesia TNI TPUTunggulHitam Transformasi Digital Transformasi polri transpadang TransparansiPublik transportasi TrukTerbakar tsunamiDrill Tuak Uin UIN IB Padang UMKM UNP UpadateKorbanBencanaSumatera UpdateKorbanBanjirSumatera UpdateKorbanBencanaAlam UpdateKorbanBencanaSumatera Utama UUMD3 Viral WargaBinaan Yalimo Yogyakarta Yuhukimo

 

Serasinews.com, Padang – Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap membuat aktivitas pendidikan di Kota Padang harus disesuaikan. Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran daring bagi siswa tingkat SD dan SMP.

Kebijakan tersebut mulai berlaku Kamis, 17 September hingga Jumat, 18 September 2026. Keputusan ini dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 400.3.1/29/Dikbud-Pdg/IX/2026 yang ditetapkan di Padang pada 16 September 2026 dan ditandatangani secara elektronik oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, SH., MM.

Langkah tersebut diambil setelah data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang pada Rabu, 16 September 2026 menunjukkan kondisi udara berada dalam kategori berbahaya.

Siswa SD dan SMP Belajar dari Rumah

Melalui surat edaran tersebut, seluruh satuan pendidikan SD dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kota Padang, diminta melaksanakan kegiatan belajar secara daring.

Selama kebijakan berlangsung, siswa tidak mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Proses belajar dilakukan dari rumah dengan menggunakan platform digital atau media komunikasi yang telah ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan.

Sementara untuk jenjang PAUD dan TK, kegiatan pembelajaran untuk sementara diliburkan selama periode yang sama.

Guru dan Tenaga Kependidikan Tetap Bertugas

Meskipun siswa belajar dari rumah, kegiatan sekolah tidak sepenuhnya dihentikan. Kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas dari lingkungan sekolah.

Para guru tetap memberikan materi dan mendampingi siswa melalui sistem PJJ. Dinas Pendidikan juga mengingatkan agar materi dan tugas yang diberikan disesuaikan dengan situasi sehingga tidak menambah beban siswa di tengah kondisi udara yang kurang sehat.

Kehadiran Siswa Tetap Diperhitungkan

Perubahan metode pembelajaran tidak membuat siswa kehilangan status kehadiran. Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran daring tetap dicatat sebagai kehadiran.

Sekolah diberikan keleluasaan memilih aplikasi, platform pembelajaran, maupun media komunikasi yang dinilai paling efektif untuk digunakan selama PJJ berlangsung.

Orang Tua Diminta Membatasi Aktivitas Anak di Luar Rumah

Selain mengatur kegiatan pembelajaran, Dinas Pendidikan juga meminta orang tua atau wali murid memberikan pengawasan selama anak mengikuti pembelajaran dari rumah.

Anak-anak diimbau tetap berada di dalam rumah selama waktu belajar dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan paparan terhadap udara yang sedang mengalami pencemaran.

Apabila terdapat kebutuhan mendesak yang mengharuskan anak keluar rumah, orang tua diminta memastikan anak menggunakan masker medis atau alat pelindung pernapasan yang sesuai.

Kebijakan Menyesuaikan Kondisi Udara

Penerapan PJJ selama dua hari menjadi bentuk penyesuaian sektor pendidikan terhadap kondisi lingkungan di Kota Padang. Untuk sementara, siswa SD dan SMP mengikuti proses belajar dari rumah, sedangkan guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan aktivitas pembelajaran dari sekolah.

Pelaksanaan kebijakan ini akan mengikuti perkembangan kualitas udara dan kondisi kabut asap di Kota Padang.

Dinas Pendidikan mengharapkan sekolah, guru, siswa, serta orang tua dapat menjalankan ketentuan tersebut dengan baik demi menjaga proses pendidikan sekaligus mengurangi risiko paparan udara buruk terhadap anak.

Kabut asap yang melanda Kota Padang kali ini tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, tetapi juga membuat kegiatan belajar mengajar harus beradaptasi dengan kondisi kualitas udara.(*)


 


Serasinews.com, PADANG — Penurunan kualitas udara yang dipengaruhi paparan asap dan abu vulkanik mendorong sejumlah sekolah di Kota Padang meningkatkan langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.

Menindaklanjuti imbauan Dinas Pendidikan Kota Padang terkait kondisi udara yang kurang baik, sekolah mulai menerapkan sejumlah pembatasan terhadap kegiatan yang berlangsung di ruang terbuka. Penggunaan masker diperketat, sementara aktivitas seperti olahraga, upacara bendera, dan senam sekolah dihentikan sementara hingga kondisi udara dinilai lebih aman.

Kebijakan tersebut antara lain diterapkan di SD Negeri 34 Simpang Haru dan SMP Negeri 30 Padang. Meski demikian, sekolah memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (PBM).

Aktivitas akademik tetap berlangsung seperti biasa. Siswa masih mengikuti pembelajaran di dalam ruang kelas, sedangkan kegiatan yang mengharuskan mereka berada di luar ruangan untuk sementara dikurangi.

Kepala SD Negeri 34 Simpang Haru, Zulmarlaini, mengatakan pihak sekolah terus mengingatkan siswa mengenai pentingnya menggunakan masker, khususnya ketika harus keluar dari ruang kelas.

Menurutnya, penerapan aturan tersebut sejauh ini berjalan dengan baik. Sekolah juga menyiapkan masker cadangan sebagai bentuk antisipasi apabila terdapat siswa yang datang tanpa membawa perlengkapan pelindung tersebut.

“Penerapan penggunaan masker saat ini berjalan sangat efektif. Bagi siswa yang belum membawa masker, kami terus mengimbau dan pihak sekolah juga menyediakan cadangan masker,” ujar Zulmarlaini.

Selain penggunaan masker, sekolah mengambil keputusan untuk meniadakan sementara berbagai aktivitas yang dilakukan di lapangan atau area terbuka. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan udara yang kurang baik.

“Selain itu, seluruh kegiatan di luar kelas seperti olahraga, upacara, dan senam ditiadakan sementara demi kesehatan anak-anak dari ancaman ISPA,” katanya.

Pembelajaran Tetap Berjalan

Kondisi kualitas udara yang memburuk tidak serta-merta membuat sekolah menghentikan kegiatan pendidikan. Ruang kelas tetap menjadi pusat aktivitas siswa selama masa penerapan kebijakan tersebut.

Sekolah berupaya menjaga agar proses pembelajaran tetap berlangsung efektif dengan memindahkan aktivitas yang seharusnya dilakukan di luar ruangan atau meniadakannya untuk sementara.

Kebijakan serupa juga diterapkan di SMP Negeri 30 Padang. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Dian Putra, mengatakan sebagian besar siswa telah mematuhi aturan penggunaan masker yang diterapkan sekolah.

“Tingkat kepatuhan siswa kami sudah mencapai sekitar 90 persen. Proses PBM tetap berjalan efektif di dalam kelas, hanya saja seluruh kegiatan lapangan ditiadakan. Fokus kami adalah memastikan anak-anak tetap belajar dengan aman,” ujar Dian.

Tingkat kepatuhan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa langkah pencegahan dapat diterapkan tanpa mengganggu kegiatan akademik. Siswa tetap mendapatkan hak untuk mengikuti pembelajaran, sementara kegiatan yang berpotensi membuat mereka lebih lama terpapar udara luar dikurangi.

Pihak sekolah juga terus memberikan pemahaman kepada siswa bahwa penggunaan masker bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi selama berada di sekolah. Masker dipandang sebagai salah satu bentuk perlindungan diri ketika kondisi udara sedang tidak bersahabat.

Perlindungan Dimulai dari Rumah

Upaya menjaga kesehatan siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Pihak sekolah juga mengingatkan orang tua dan wali murid agar memastikan anak telah menggunakan masker sejak meninggalkan rumah.

Perlindungan tersebut diharapkan tetap dilakukan selama perjalanan menuju sekolah, ketika berada di lingkungan sekolah, hingga siswa kembali ke rumah.

Langkah ini dinilai penting karena siswa tetap berpotensi terpapar udara luar selama perjalanan. Dengan demikian, penggunaan masker tidak hanya diterapkan saat berada di lingkungan sekolah, tetapi menjadi kebiasaan selama kondisi kualitas udara belum kembali normal.

Sekolah juga terus memberikan edukasi agar siswa memahami alasan di balik pembatasan kegiatan luar ruangan. Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan tidak melihat kebijakan sebagai sekadar larangan mengikuti aktivitas sekolah, melainkan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan bersama.

Siswa Mendukung Kebijakan Sekolah

Dari kalangan siswa, penerapan aturan tersebut mendapat respons positif. Duta Digital SMP Negeri 30 Padang, Ignacia Noyasiva, mengatakan siswa memahami bahwa pembatasan aktivitas luar ruangan dilakukan untuk melindungi kesehatan mereka.

“Kami dari pihak siswa tentu mematuhi arahan guru-guru demi kebaikan bersama. Sejauh ini penggunaan masker sama sekali tidak mengganggu proses belajar kami di dalam kelas,” ungkap Ignacia.

Menurutnya, kewajiban menggunakan masker tidak menjadi hambatan bagi siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Aktivitas belajar tetap dapat dilaksanakan di dalam kelas seperti biasanya.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya upaya sekolah untuk mencari titik keseimbangan antara keberlangsungan pendidikan dan perlindungan kesehatan. Pembelajaran tidak dihentikan, tetapi aktivitas yang dinilai berpotensi meningkatkan paparan udara luar dikurangi.

Lapangan Sekolah Sementara Dikurangi Penggunaannya

Sejumlah fasilitas sekolah yang biasanya ramai digunakan untuk kegiatan luar ruangan, seperti lapangan, untuk sementara tidak dimanfaatkan untuk aktivitas yang melibatkan banyak siswa.

Olahraga, senam, serta upacara yang biasanya menjadi kegiatan rutin sekolah ditunda sampai kondisi udara memungkinkan. Pembatasan tersebut menjadi langkah preventif agar siswa tidak terlalu lama berada di ruang terbuka ketika kualitas udara sedang menurun.

Pada saat yang sama, sekolah memastikan ketersediaan masker cadangan sehingga siswa yang lupa membawa masker tetap dapat mengikuti kegiatan belajar dengan perlindungan yang lebih baik.

Penerapan kebijakan ini juga memperlihatkan pentingnya koordinasi antara sekolah dan keluarga. Sekolah memiliki peran dalam melindungi siswa selama berada di lingkungan pendidikan, sementara orang tua diharapkan memastikan kebiasaan penggunaan masker telah dilakukan sejak anak berada di rumah.

Untuk sementara, kegiatan pendidikan lebih banyak dipusatkan di dalam ruangan. Aktivitas yang tidak mendesak dan mengharuskan siswa berada di luar kelas dikurangi hingga kondisi udara kembali mendukung.

Sekolah berharap kualitas udara di Kota Padang segera membaik sehingga kegiatan olahraga, senam, upacara, dan aktivitas luar ruangan lainnya dapat kembali dilaksanakan.

Sambil menunggu kondisi normal, penggunaan masker, pembatasan aktivitas di ruang terbuka, serta peningkatan kesadaran siswa dan orang tua menjadi langkah yang terus dilakukan untuk menjaga kesehatan warga sekolah.

Dengan kebijakan tersebut, sekolah berupaya memastikan proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor kesehatan. Pembelajaran tetap dilaksanakan, sementara langkah pencegahan diperkuat untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kondisi udara yang sedang kurang baik.(*)



Serasinews.com, DHARMASRAYA — Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Kali ini, api melanda kawasan Hulu Sungai Palimauan, Nagari Panyubarangan, Kecamatan Timpeh, sejak Selasa (8/9/2026) sore.

Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 30 hektare. Kebakaran tidak hanya melahap semak belukar dan vegetasi kering, tetapi juga merusak area perkebunan kelapa sawit milik warga.

Sekitar satu hektare lahan sawit dengan tanaman yang diperkirakan berusia lima tahun ikut terbakar. Setidaknya terdapat sekitar 100 batang sawit yang terdampak akibat kejadian tersebut.

Hingga penanganan dilakukan, petugas belum mengetahui siapa pemilik lahan sawit yang mengalami kerusakan tersebut.

Upaya pengendalian api dilakukan pada Rabu (9/9/2026). Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso WP, S.I.K., M.A.P., M.H. bersama personel kepolisian, pemerintah nagari dan masyarakat turun langsung ke kawasan terdampak sekitar pukul 11.00 WIB.

Petugas tidak hanya berupaya memadamkan api yang masih tersisa, tetapi juga menyisir kawasan sekitar guna mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

Akses Lokasi Jadi Kendala

Penanganan kebakaran berlangsung dalam kondisi yang cukup berat. Titik kebakaran berada di kawasan yang jauh dan memiliki akses sulit, sehingga kendaraan pemadam tidak bisa masuk hingga ke lokasi utama.

Keterbatasan air juga menjadi persoalan. Sungai yang berada di sekitar kawasan tersebut mengalami penyusutan akibat kondisi kemarau, sehingga petugas harus mengandalkan peralatan yang tersedia di lapangan untuk menjinakkan api.

Situasi semakin berisiko karena material yang terbakar didominasi rumput dan ilalang dalam kondisi kering. Angin yang bertiup kencang juga dapat membuat kobaran api bergerak cepat dan menyebar ke bagian lahan lainnya.

Dugaan sementara, api berasal dari rambatan kebakaran di lokasi sebelumnya atau aktivitas pembakaran rumput dan ilalang kering. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan lebih lanjut.

Setelah dilakukan penanganan, kobaran api berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas tetap berada di sekitar lokasi untuk melakukan pemantauan dan memastikan bara yang tersisa tidak kembali memicu kebakaran.

Kerugian Ditaksir Rp50 Juta

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp50 juta, terutama akibat rusaknya tanaman sawit serta lahan yang terbakar.

Polres Dharmasraya selanjutnya berkoordinasi dengan pemerintah Nagari Panyubarangan dan Damkar Timpeh untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman setelah api berhasil dikendalikan.

Kapolres Dharmasraya mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, termasuk ketika membersihkan semak, rumput maupun membuka lahan.

Imbauan tersebut dinilai penting mengingat kondisi kemarau menyebabkan vegetasi lebih mudah terbakar. Api yang awalnya berasal dari pembakaran kecil dapat dengan cepat meluas apabila tidak diawasi, terutama ketika angin bertiup kencang.

Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat asap atau menemukan titik api di sekitar kawasan permukiman maupun lahan perkebunan.

Dengan pemadaman dan pemantauan yang telah dilakukan, kondisi di lokasi kebakaran saat ini dinyatakan aman dan terkendali.(*)


Serasinews.com, PADANG – Kepolisian Daerah Sumatera Barat kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dipimpin oleh Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr., bersama jajaran Polisi Wanita Polda Sumbar, kegiatan pembagian masker dilaksanakan di sejumlah titik di Kota Padang, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut menyasar pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Simpang Ujung Gurun, Simpang Jamria, dan Simpang Alai, Kota Padang.

Pembagian masker merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat sekaligus imbauan agar warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang kurang baik.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pelayanan humanis Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. Melalui pembagian masker ini, kami mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar rumah,” ujar Susmelawati.

Menurutnya, kegiatan sosial tersebut juga mencerminkan semangat Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan humanis serta memperkuat kedekatan antara kepolisian dan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan manfaat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran polisi harus dapat dirasakan secara langsung, termasuk melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Pakor Polwan Polda Sumbar Kompol Arisnawati bersama sejumlah personel Polwan. Para personel membagikan masker kepada pengendara dan masyarakat di lokasi kegiatan.

Polda Sumbar juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, menggunakan masker apabila diperlukan, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara dinilai kurang sehat.

Melalui kegiatan ini, Polda Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui berbagai aksi sosial yang secara langsung menjawab kebutuhan masyarakat.

(Berry)

 

Serasinews.com, PADANG — Pengguna jalan yang melintasi Jembatan Silaut di jalur penghubung Sumatera Barat (Sumbar) dan Bengkulu diminta meningkatkan kewaspadaan serta menyesuaikan waktu perjalanan. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kendaraan angkutan barang dan komoditas kelapa sawit yang rutin melintas di jalur strategis kawasan selatan Sumbar.

Penyesuaian perjalanan diperlukan menyusul diberlakukannya pembatasan operasional pada jembatan sementara atau Bailey yang saat ini digunakan sebagai jalur perlintasan kendaraan selama proses penggantian lantai jembatan permanen berlangsung.

Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 menerapkan pembatasan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mempertahankan kondisi jembatan sementara agar tetap dapat difungsikan sampai pekerjaan permanen selesai.

PPK 2.4 Satker PJN Wilayah II Sumbar, Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T., mengatakan bahwa Jembatan Bailey sebelumnya telah menjalani uji coba pada 2–3 September 2026. Uji coba tersebut dilakukan untuk memastikan jembatan sementara dapat digunakan sebagai jalur pengganti selama pekerjaan pada jembatan utama berlangsung.

Selain uji coba, sejumlah pekerjaan perbaikan juga telah dilakukan, termasuk pembenahan bagian lantai jembatan dan kawasan oprit. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung keamanan serta kelancaran kendaraan yang melintas.

Namun, penggunaan jembatan sementara tetap memiliki keterbatasan daya dukung. Karena itu, PPK 2.4 menetapkan batas maksimum berat kendaraan yang diperbolehkan melintas.

“Untuk menjaga ketahanan jembatan sementara ini, PPK 2.4 menetapkan pembatasan tonase kendaraan yang melintas, yaitu maksimum 25 ton,” kata Gina.

Pembatasan tidak hanya berlaku terhadap berat kendaraan. Tata cara kendaraan berat melintasi jembatan juga diperketat. Kendaraan dengan bobot besar diwajibkan melintas secara bergantian atau satu per satu.

Kendaraan berat dilarang melintas secara beriringan di atas Jembatan Bailey. Pengaturan tersebut bertujuan mengurangi beban yang diterima struktur jembatan dalam waktu bersamaan sehingga kondisi jembatan tetap terjaga selama masa pekerjaan.

Risiko Jika Tonase Dilampaui

Pihak pelaksana mengingatkan pengguna jalan agar tidak mengabaikan ketentuan tonase yang telah ditetapkan. Kendaraan yang memaksakan diri melintas dengan beban melebihi batas kemampuan jembatan dapat meningkatkan risiko terhadap struktur jembatan sementara.

Jika kondisi tersebut terus terjadi, daya tahan Jembatan Bailey dikhawatirkan tidak mampu bertahan hingga pekerjaan penggantian lantai jembatan permanen selesai. Apabila jembatan sementara mengalami kerusakan atau tidak dapat digunakan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna jalan, tetapi juga berpotensi mengganggu distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

Jalur tersebut memiliki peran penting karena menjadi salah satu akses transportasi yang menghubungkan kawasan Tapan di Sumatera Barat dengan wilayah perbatasan Provinsi Bengkulu. Aktivitas angkutan komoditas, termasuk kelapa sawit, menjadikan ruas ini cukup vital bagi pergerakan ekonomi kedua wilayah.

Karena itu, kepatuhan terhadap batas tonase dan pola perlintasan kendaraan dinilai menjadi faktor penting agar akses transportasi tetap terbuka selama masa pekerjaan berlangsung.

Penggantian Lantai Jembatan Berlangsung 60 Hari

Pembatasan operasional Jembatan Bailey diberlakukan seiring dengan pelaksanaan pekerjaan penggantian lantai jembatan secara permanen. Pekerjaan tersebut direncanakan berlangsung selama sekitar 60 hari.

Tahapan pekerjaan mencakup pembongkaran lantai jembatan lama, pekerjaan pembesian, pengecoran lantai baru, hingga proses pemeliharaan beton. Masa pemeliharaan diperlukan agar beton mencapai umur dan kekuatan yang memadai sebelum nantinya dapat digunakan secara optimal oleh kendaraan.

Selama seluruh tahapan tersebut berlangsung, Jembatan Bailey menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas lalu lintas. Oleh sebab itu, kondisi struktur sementara perlu dijaga secara bersama-sama agar tetap dapat berfungsi hingga pekerjaan permanen benar-benar tuntas.

Satker PJN Wilayah II Sumbar juga meminta para pengemudi, khususnya sopir kendaraan angkutan barang dan logistik sawit, untuk memperhatikan rambu-rambu yang telah dipasang di sekitar lokasi.

Pengguna jalan diminta mengikuti arahan petugas di lapangan, termasuk ketika dilakukan pengaturan kendaraan berat yang akan melintasi jembatan. Kepatuhan terhadap aturan tersebut diharapkan dapat mencegah antrean, mengurangi potensi kecelakaan, sekaligus menjaga kondisi jembatan sementara.

Masyarakat juga diimbau tidak mengambil risiko dengan menerobos pembatasan yang telah ditetapkan. Keselamatan pengguna jalan dan keberlangsungan akses transportasi menjadi pertimbangan utama selama pekerjaan penggantian lantai jembatan dilaksanakan.

Setelah seluruh pekerjaan selesai, masyarakat diharapkan turut menjaga fasilitas jembatan dan mematuhi ketentuan penggunaan yang berlaku. Keberadaan jembatan yang aman dan terawat sangat penting untuk memastikan konektivitas transportasi serta mendukung kelancaran distribusi komoditas dan aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah selatan Sumatera Barat hingga Bengkulu.(Rini)

 



Serasinews.com, PADANG— Persoalan banjir yang kerap dirasakan masyarakat Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan, menjadi salah satu perhatian utama Ketua Komisi II DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra, Rachmad Wijaya, saat melaksanakan reses, Minggu (6/9/2026).

Tak hanya menampung keluhan warga, Rachmad langsung menindaklanjuti persoalan tersebut dengan membangun komunikasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Cipta Karya Sumatera Barat.

Dalam pertemuan dengan warga dan tokoh masyarakat, masalah banjir mendapat perhatian serius. Masyarakat berharap persoalan tersebut tidak kembali sebatas menjadi bahan pembahasan setiap kali terjadi genangan, melainkan ditangani melalui perencanaan teknis dan pembangunan infrastruktur yang tepat.

Rachmad menegaskan, kegiatan reses merupakan bagian dari upaya menyerap kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan aspirasi tersebut memiliki tindak lanjut.

“Kita ingin persoalan banjir ini ditangani secara serius. Aspirasi masyarakat tidak cukup hanya didengar, tetapi harus dikawal dan dikoordinasikan dengan pihak yang memiliki kewenangan, termasuk Kementerian PU,” ujar Rachmad.

Untuk mengetahui langkah pemerintah pusat, Rachmad berkomunikasi dengan Kepala Balai Cipta Karya Sumbar Kementerian PU, Maria Doeni Isa. Dalam komunikasi itu dibahas progres penanganan kawasan yang terdampak bencana, termasuk wilayah Rawang.

Maria menjelaskan, Kementerian PU tengah mempersiapkan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar teknis penanganan sejumlah kawasan terdampak bencana. Penyusunan DED tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi Rawang, tetapi juga beberapa lokasi lain di Kota Padang serta daerah lainnya.

Menurut Maria, proses pengadaan penyedia DED ditargetkan rampung pada September 2026. Pengerjaan secara normal diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat bulan. Namun, pihaknya berupaya mempercepat proses tersebut menjadi sekitar tiga bulan.

“DED-nya baru dimulai September. Penyedianya sudah ada dan pekerjaannya sekitar empat bulan. Kita usahakan tiga bulan selesai. Kalau izinnya sudah ada, kita lelang supaya pekerjaan fisiknya bisa dimulai,” jelas Maria.

Informasi tersebut mendapat respons positif dari Rachmad. Ia menilai kepastian tahapan perencanaan menjadi hal penting untuk memastikan penanganan banjir tidak dilakukan secara parsial maupun sekadar bersifat sementara.

Rachmad memperkirakan apabila penyusunan DED dan proses lelang berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik dapat mulai direalisasikan pada 2027.

“Berarti kalau DED selesai dan proses lelang berjalan lancar, insyaallah pekerjaan fisiknya bisa mulai pada 2027,” kata Rachmad.

Ia menekankan, pembangunan infrastruktur untuk mengatasi persoalan banjir harus berdasarkan kajian teknis yang matang. Dengan demikian, anggaran dan pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan dampak terhadap masyarakat.

“Prinsipnya kita tidak ingin pembangunan asal jadi. Harus ada kajian dan perencanaan yang matang sehingga infrastruktur yang dibangun benar-benar menyelesaikan persoalan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rachmad juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, yang dinilainya ikut mendorong terbukanya komunikasi dengan pemerintah pusat terkait berbagai persoalan infrastruktur di Kota Padang.

“Terima kasih kepada Bang Andre Rosiade yang terus membantu mengawal aspirasi masyarakat dan membuka akses komunikasi dengan pemerintah pusat. Mudah-mudahan sinergi ini bisa mempercepat penyelesaian persoalan banjir yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Selain persoalan banjir, masyarakat Rawang turut menyampaikan berbagai aspirasi lainnya dalam agenda reses tersebut. Rachmad memastikan seluruh masukan warga akan menjadi bahan perjuangan melalui DPRD Kota Padang maupun diteruskan kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat sesuai kewenangan masing-masing.

Ia menegaskan pengawalan aspirasi masyarakat akan terus dilakukan hingga menghasilkan langkah nyata.

“Kita akan terus kawal. Apa yang disampaikan masyarakat hari ini akan kita tindak lanjuti dan komunikasikan dengan pihak terkait. Yang kita harapkan tentu solusi konkret bagi warga,” tutup Rachmad. (*)



Serasinews.com, PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaporan Penggunaan Dana Hibah APBD Tahun Anggaran 2026 ,Senin (7/9/2026) sebagai upaya memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan dana hibah di lingkungan organisasi olahraga.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program KONI Kota Padang dalam meningkatkan kapasitas pengurus cabang olahraga, khususnya dalam memahami mekanisme penggunaan dan pelaporan dana hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ketua Panitia Bimtek, Seprinaldi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari program KONI Kota Padang. Bimtek diikuti oleh perwakilan dari sekitar 50 cabang olahraga yang berada di bawah pembinaan KONI Kota Padang.

Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai administrasi dan pelaporan dana hibah sangat diperlukan agar setiap penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Semangat yang dibangun melalui kegiatan tersebut sejalan dengan visi “Padang Juara”, yakni mendorong lahirnya prestasi olahraga yang terukur melalui pembinaan yang terarah serta dukungan pemerintah yang diwujudkan melalui pengelolaan anggaran secara tepat sasaran dan akuntabel.

Ketua KONI Kota Padang, Erianto, menegaskan bahwa pelaksanaan Bimtek menjadi bagian dari komitmen KONI dalam memastikan dana hibah yang diterima dapat dikelola secara tertib dan memberikan manfaat nyata bagi pembinaan olahraga.

“Pelaksanaan Bimtek dana hibah ini penting agar seluruh pihak memahami mekanisme penggunaan dan pertanggungjawaban anggaran. Dana hibah yang diberikan nantinya diharapkan dapat mendukung kebutuhan pembinaan, termasuk bagi atlet yang menjadi bagian dari program olahraga Kota Padang,” ujarnya.

Erianto juga menekankan bahwa pengelolaan dana hibah harus dilakukan secara hati-hati, transparan, dan sesuai peruntukannya. Hal tersebut penting untuk menjaga kepercayaan pemerintah daerah sekaligus memastikan dukungan anggaran benar-benar bermuara pada peningkatan prestasi atlet.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang, Eka Putra Buchari, menekankan pentingnya koordinasi antara KONI, cabang olahraga, dan pihak terkait agar seluruh tahapan administrasi dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Ia mengingatkan agar setiap pihak memberikan perhatian penuh terhadap proses pelaksanaan program, termasuk ketepatan waktu dalam memenuhi berbagai persyaratan administrasi dan pelaporan.

“Koordinasi harus diperkuat agar tidak terjadi keterlambatan dalam setiap tahapan yang telah ditetapkan. Semua pihak harus memberikan perhatian penuh sehingga pelaksanaan program dapat berjalan sesuai ketentuan dan target waktu,” katanya.

Bimtek tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menyamakan persepsi antara KONI Kota Padang dengan seluruh cabang olahraga terkait tata kelola dana hibah APBD Tahun 2026. Dengan pemahaman administrasi yang lebih baik, diharapkan potensi kesalahan dalam penggunaan maupun pelaporan anggaran dapat diminimalkan.

Selain mendukung kebutuhan operasional pembinaan, dana hibah tersebut diarahkan untuk mendukung program olahraga dan kebutuhan atlet sesuai ketentuan penggunaan anggaran yang telah ditetapkan.

Kegiatan Bimtek juga berkaitan dengan persiapan pelaksanaan program olahraga yang dijadwalkan pada 2 Oktober 2026, sehingga seluruh unsur terkait diharapkan dapat memastikan kesiapan administrasi maupun teknis sejak awal.

Melalui kegiatan ini, KONI Kota Padang berharap pengelolaan dana hibah tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pembinaan dan prestasi olahraga.

Dengan pembinaan yang terarah, dukungan pemerintah, serta pengelolaan anggaran yang tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan, KONI Kota Padang menargetkan prestasi olahraga yang semakin terukur sekaligus memperkuat posisi Kota Padang sebagai salah satu daerah yang konsisten melahirkan atlet berprestasi.

Acara Bimbingan Teknis Pelaporan Penggunaan Dana Hibah APBD Tahun 2026 tersebut kemudian dinyatakan dibuka, menandai dimulainya rangkaian kegiatan pembekalan bagi para pengurus dan perwakilan cabang olahraga di lingkungan KONI Kota Padang.(Rini)


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.