Articles by "POLRI"

Tampilkan postingan dengan label POLRI. Tampilkan semua postingan

 

Jakarta - Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho telah menyusun skema rekayasa lalu lintas saat arus balik Lebaran 2025. Rekayasa dilakukan untuk memastikan arus balik berjalan lancar.

"Bapak Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo) memerintahkan untuk merumuskan cara bertindak pada saat arus balik. Arus balik yang rencana prediksinya itu tanggal 5 atau 6 (April), tentunya kita harus melakukan langkah-langkah strategis dengan semua stakeholder kaitannya dengan tata kelola rekayasa lalu lintas," jelas Kakorlantas, Rabu (2/4/2025). 

Kakorlantas menjelaskan, nantinya pihaknya akan melakukan contraflow dari Km 70 hingga Km 47 Tol Jakarta-Cikampek. Namun, jika diperlukan, contraflow akan diperpanjang hingga Km 36.

"Jadi contraflow ini tentunya nanti akan melihat parameter-parameter jumlah traffic counting, termasuk visi rasio yang kita langsung lihat di lapangan," terang Kakorlantas.

Jika terjadi lonjakan jumlah kendaraan pada 3 April, akan dilakukan one way lokal tahap pertama dari Km 188 Palimanan hingga Km 70 gerbang Tol Cikarang Utama.

"Apabila di tanggal 4 masih ada bangkitan yang cukup deras dari arah timur yang menuju Jakarta, kami akan berlakukan one way tahap dua dari Kilometer 246 hingga Km 188," ujar Kakorlantas.

Namun, jika lonjakan masih terasa hingga 5 April, one way lokal akan kembali diperpanjang. Sementara one way nasional, kata Kakorlantas, akan dilakukan pada 6 April.

"Mana kala masih terjadi bangkitan, tanggal 5 akan kita perpanjang lagi one way dari, mungkin dari Batang, termasuk juga barangkali dari 414. Karena pada tanggal 6, flag out daripada one way nasional yang akan dilepas oleh Bapak Kapolri dan Pak Menteri Perhubungan itu rencana tanggal 6 pagi," jelas Kakorlantas.

Ia  menambahkan, petugas juga melakukan pengamanan di jalur arteri hingga tempat wisata saat arus balik Lebaran. Kakorlantas menegaskan, pihaknya siap memastikan arus balik Lebaran 2025 berjalan lancar.

"Kami mengimbau kepada pemudik pada saat balik agar betul-betul menyiapkan perjalanan dengan optimal, jaga kesehatan, pastikan kendaraan sehat, sehingga perjalanan reka-rekan selamat sampai tujuan. Dengan pesan dari Bapak Kapolri, tagline operasi ketupat adalah mudik aman, keluarga nyaman. Semoga selamat sampai tujuan," jelas Kakorlantas.

 

Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, mengapresiasi Polri atas pelaksanaan mudik Idulfitri 1446 Hijriah. Menurutnya, mudik tahun ini terasa lebih nyaman.  

"Mudik tahun ini rasanya lebih lancar ya," jelas Wamendagri Bima Arya kepada wartawan, Rabu (2/4/25).

Ia menyampaikan, kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan rekayasa lalu lintas yang disiapkan Polri memberikan dampak luar biasa terhadap arus mudik. Oleh karenanya, arus lalu lintas kendaraan mengalir dengan lancar.

"Karena WFA ini kelihatannya efektif, jadi mudiknya bertahap. Kemudian teman-teman kepolisian membuat rekayasa lalin yang inovatif juga," ujarnya.

Disampaikan Wamendagri Bima, apresiasi juga diberikan atas koordinasi yang terbangun antarkepala daerah dan pemerintah pusat. Hal itu memang menjadi salah satu yang penting dalam mewujudkan mudik aman, nyaman, dan lancar.

 

Cikampek - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi Korlantas Polri yang telah melakukan langkah strategis pengelolaan arus mudik Lebaran 2025. Terlihat hingga H-4 lebaran, arus lalu lintas masih lancar di Tol Jakarta-Cikampek.

"Alhamdulillah kita malam ini ada di kilometer 29. Tadi kita melihat di dalam, secara umum, arus mudik yang melewati jalan tol ini cukup lancar. Terima kasih berkat langkah-langkah strategis dari Pak Kakorlantas," jelas Menteri Dudy, dikutip Jumat (28/3/25).

Ia menilai, penanganan kepadatan arus lalu lintas pada momen mudik Lebaran 2025 ini sangat baik. Korlantas Polri bersama stakeholder terkait telah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas dengan perhitungan yang matang.

"Overall dari kami melihat bahwa penanganan di jalan tol ini sangat baik," jelasnya.

Diketahui, Korlantas Polri telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas saat mudik Lebaran 2025. Rekayasa lalu lintas itu berupa lajur lawan arah (contraflow) hingga satu arah (one way) di tol Trans Jawa. 

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum, mengatakan bahwa rekayasa lalu lintas ini dirancang untuk memastikan perjalanan yang lebih lancar dan aman bagi masyarakat.

"Menghadapi Lebaran tahun ini, kami bersama seluruh pemangku kepentingan telah menyusun langkah-langkah strategis guna memastikan arus mudik berlangsung lancar, aman, dan nyaman," kata Kakorlantas. 

Untuk arus mudik, contraflow akan diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek Km 40 sampai dengan Km 70. Contraflow di jalur ini untuk periode pertama akan diberlakukan mulai Kamis 27 Maret pukul 14.00 WIB sampai dengan Sabtu 29 Maret 2025 pukul 24.00 WIB. Sedangkan periode kedua, diberlakukan mulai Senin 31 Maret 2025 pukul 13.00-18.00 WIB dan Selasa 1 April 2025 pukul 11.00-18.00 WIB. 

Kemudian skema One Way akan diberlakukan di Km 70 Tol Jakarta-Cikampek sampai dengan Km 414 Tol Semarang-Batang. Skema One Way di dua jalur ini diberlakukan pada Kamis 27 Maret 2025 pukul 14.00 WIB sampai dengan Sabtu 29 Maret 2025 pukul 24.00 WIB. 

"Bila terjadi puncak arus mudik, biasanya H-3 Idul Fitri. Itu akan kami lakukan one way, namanya one way nasional. Itu akan kami lakukan. Termasuk juga pada saat nanti arus balik. Jadi H-3 atau H-2, nanti akan kami umumkan ketika terjadi bangkitan arus, kami akan lakukan one way arus balik," ucap Irjen Pol Agus.

Lalu skema Ganjil Genap di Km 47 Jakarta-Cikampek sampai dengan Km 414 Tol Semarang-Batang dan Km 31 sampai dengan Km 98 Tol Tanggerang-Merak berlaku sejak Kamis 27 Maret 2025 pukul 14.00 WIB sampai dengan Minggu 30 Maret 2025 pukul 24.00 WIB. 

 Kemudian ada juga penutupan dan normalisasi One Way yaitu penutupan jalur masuk dan pembersihan jalur dari Km 414 Tol Semarang-Batang sampai dengan Km 70 Tol Jakarta-Cikampek pada 27 Maret 2025 pukul 12.00-14.00 WIB. 

Terakhir adalah normalisasi lalu lintas dan pembukaan jalan masuk di rute yang sama pada 30 Maret 2025 pukul 00.00-02.00 WIB.

 


Polri bersama Policia Cientifica de Investigasaun Criminale (PCIC) Timor Leste resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kolaborasi dalam menangani kejahatan transnasional yang kian kompleks di kawasan Asia Tenggara.

Penandatanganan MoU berlangsung di kantor Kementerian Kehakiman, Kolmera, Dili, pada Kamis (26/3) petang. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi kedua negara, termasuk Menteri Kehakiman Timor Leste, Y.M. Sergio Hornai; Duta Besar RI untuk Timor Leste, H.E. Dr. Okto Dorinus Manik, L.LM.; serta Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen Pol Dr. Khrisna Murti, S.I.K., M.Si, yang memimpin delegasi dari Indonesia.

Dokumen kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Direktur PCIC, Dr. Vicente Fernandes e Brito. Sementara dari pihak Polri, MoU telah lebih dulu ditandatangani di Jakarta oleh Kabareskrim Polri, Komjen Pol Dr. Wahyu Widada, S.I.K., M.Phil.

Menteri Kehakiman Timor Leste, Sergio Hornai, menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk menghadapi kejahatan lintas batas yang terus berkembang.

"Ini adalah komitmen penting kedua negara dalam mempererat sinergi menghadapi tantangan kejahatan transnasional," tegasnya dalam sambutan.

Senada, Duta Besar RI untuk Timor Leste, Okto Dorinus Manik, menyebut bahwa kolaborasi ini bukan hanya penting bagi Indonesia dan Timor Leste, tapi juga bagi stabilitas kawasan.

"Kerja sama ini membuka ruang pertukaran informasi dan peningkatan kapasitas dalam menghadapi ancaman keamanan regional maupun global," ujarnya.

Sementara itu, Irjen Pol Dr. Khrisna Murti menjelaskan bahwa MoU ini juga menjadi jembatan pelatihan dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia, khususnya bagi personel PCIC.

"Melalui kerja sama ini, kita ingin membangun sistem pertukaran informasi yang lebih solid dan membuka peluang pelatihan untuk memperkuat aparat penegak hukum kedua negara," ucapnya.

Direktur PCIC, Dr. Vicente Fernandes, menyambut baik penandatanganan ini sebagai titik awal penguatan kerja sama bilateral.

"Kami berharap kolaborasi ini memperkuat kapasitas kami dalam menangani kejahatan seperti pencucian uang, penipuan investasi, perdagangan orang, narkotika, hingga penyelundupan lintas batas," jelasnya.
Ia juga menambahkan, "Melalui MoU ini, kami bisa memformalkan pertukaran informasi dan meningkatkan layanan laboratorium forensik PCIC secara lebih efektif."

Melalui kesepakatan ini, Polri dan PCIC berkomitmen menjalankan langkah-langkah konkret dalam menanggulangi kejahatan lintas negara, serta mempererat hubungan baik antara Indonesia dan Timor Leste.

 


Jakarta, Kamis, 27 Maret 2025 – Kepolisian Republik Indonesia melalui juru bicaranya memberikan laporan terbaru mengenai situasi lalu lintas pada hari keempat pelaksanaan Operasi Ketupat 2025. Laporan ini bertujuan untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat terkait keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) selama periode arus mudik Lebaran.

Berdasarkan data terbaru pada Rabu, 26 Maret 2025, volume kendaraan yang keluar dan masuk Jakarta mengalami lonjakan signifikan. Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama mencatat 79.045 kendaraan keluar menuju Tol Trans Jawa, sementara 25.039 kendaraan masuk ke Jakarta. Sementara itu, di GT Cikupa, tercatat 47.357 kendaraan bergerak menuju arah Merak, dan 45.434 kendaraan kembali ke ibu kota. Di GT Ciawi, sebanyak 33.224 kendaraan keluar menuju Bogor, sedangkan 29.977 kendaraan masuk ke Jakarta. Sementara itu, di GT Kalihurip Utama, sebanyak 33.300 kendaraan bergerak menuju Bandung, dan 26.600 kendaraan kembali ke Jakarta.

Selain peningkatan arus lalu lintas, Kepolisian juga mencatat 54 kejadian kecelakaan lalu lintas pada Rabu, 26 Maret 2025. Dari jumlah tersebut, 15 orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan 64 orang mengalami luka ringan, dengan total kerugian materiil mencapai Rp129.550.000.

“ Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas. Pada Kamis, 27 Maret 2025, sistem one way lokal diberlakukan dari Km 70 hingga Km 188 Tol Cipali. Selain itu, skema contraflow juga mulai diterapkan dalam dua tahap, yakni dari Km 109 hingga Km 162 Tol Cipali sejak pukul 08.00 WIB “ Ujar Jubir Satgas Humas Ops Ketupat 2025 Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan.

Dalam upaya menjaga kelancaran arus mudik, Kepolisian juga mengingatkan bahwa kendaraan dengan sumbu tiga ke atas dilarang beroperasi sejak 24 Maret hingga 8 April 2025, kecuali kendaraan logistik yang membawa kebutuhan pokok, uang, hantaran ternak, dan barang khusus lainnya.

“ Kepolisian mengimbau masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik untuk memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, memeriksa kesiapan kendaraan sebelum perjalanan, menjaga jarak aman, serta memanfaatkan rest area secara efektif untuk beristirahat. Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan saldo uang elektronik cukup guna memperlancar transaksi di jalan tol “ Imbuh Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan.

Demikian laporan situasi lalu lintas hari keempat Operasi Ketupat 2025. Kepolisian berharap seluruh masyarakat dapat berkendara dengan aman dan nyaman selama periode mudik dan arus balik Lebaran. buatkan judul narasi untuk narasi diatas

 


Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung Rest Area KM 57 dalam rangka memastikan kesiapan arus mudik lebaran 2025, pada Rabu (26/3) hari ini.

Peninjauan itu dilakukan bersama Menko PMK Pratikno, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dalam kunjungannya itu, Sigit mengapresiasi kelengkapan sarana dan prasarana yang dapat digunakan masyarakat di Rest Area KM 57. Mulai dari tempat ibadah, ruang laktasi, stasiun pengisian mobil listrik hingga layanan bengkel.

Ia lantas berharap Rest Area lainnya dapat menyediakan sarana dan prasarana serupa sehingga bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat saat dalam perjalanan mudik.

"Ini tentunya perlu kita apresiasi karena lengkap. Mulai dari tempat untuk berbuka puasa, kemudian tempat istirahat, kemudian juga ada berbagai macam fasilitas lain," tuturnya kepada wartawan di lokasi.

Di sisi lain, Sigit menyebut berdasarkan data yang dimiliki Jasa Marga, terhitung sejak H-10 hingga H-6 lebaran telah terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang mudik sebanyak 7 persen.

Ia mengatakan peningkatan jumlah kendaraan ini sejalan dengan adanya pemberian fasilitas dari pemerintah mulai dari diskon tarif tol hingga kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Karenanya, Sigit mendorong agar masyarakat yang akan mudik untuk dapat memanfaatkan kebijakan yang telah disediakan pemerintah tersebut. Sehingga diharapkan dapat mengurangi puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada H-3 lebaran atau di tanggal 28 Maret.

"Tentunya saran kita manfaatkan insentif dari pemerintah ini dengan sebaik-baiknya, khususnya bagi yang punya rencana untuk melaksanakan mudik karena bisa dilaksanakan WFA," jelasnya. 

Kendati demikian, Sigit memastikan pihaknya memiliki sejumlah skenario dan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan apabila terdapat lonjakan jumlah kendaraan. Rekayasa itu, kata dia, mulai dari penerapan ganjil-genap; contraflow hingga oneway.

"Hari ini kita mulai akan memperlakukan rekayasa apakah itu contraflow yang dilaksanakan di kilometer 47 sampai dengan 70. Kemudian selanjutnya apabila memang dibutuhkan kita juga persiapkan one way," tegasnya.

Hanya saja, Sigit menegaskan pelaksanaan oneway baru akan dilakukan jajaran Korps Lalu Lintas apabila jumlah kendaraan yang melintas diatas 8.000 per jam. Apabila masih dibawah angka itu, rekayasa yang dilakukan hanya contraflow semata.

"Tentunya akan diinformasikan kepada masyarakat sebelumnya melalui jalur-jalur media yang kita miliki, media sosial, media mainstream, media TV, sehingga masyarakat terinformasi dari awal terkait dengan potensi-potensi rekayasa yang akan terjadi," tuturnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto mengaku telah mempersiapkan total 66.714 personel untuk membantu pengamanan mudik yang dilakukan oleh Korps Bhayangkara.

"TNI menyiapkan personil sebanyak 66.714 personil yang akan diperbantukan kepada Polri dan sebagian akan stand by di satuannya untuk menghadapi apabila terjadi bencana alam untuk perbantuan kepada masyarakat," ujarnya.

 

Jakarta — Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap sindikat kejahatan siber internasional yang memanfaatkan teknologi fake BTS untuk menyebarkan SMS phishing secara ilegal. Dua warga negara asing asal Cina ditangkap dalam operasi yang digelar di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Pengungkapan ini bermula dari laporan salah satu bank swasta yang menerima aduan dari 259 nasabah terkait SMS mencurigakan. Delapan korban yang mengklik tautan phishing dalam SMS tersebut mengalami kerugian hingga Rp289 juta. Dari hasil pendalaman, total kerugian yang tercatat telah mencapai Rp473 juta dari 12 korban.

“Pelaku menggunakan perangkat fake BTS untuk mencegat sinyal asli BTS 4G dan menurunkannya ke 2G, kemudian mengirimkan SMS blast ke perangkat handphone di sekitar. Karena sinyal palsu ini lebih kuat, ponsel korban secara otomatis menerima pesan berisi tautan palsu yang menyerupai situs resmi bank,” jelas Kabareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada, dalam konferensi pers di Lobby Bareskrim, Senin (24/3).

Dua tersangka, berinisial XY dan YXC, ditangkap saat mengemudikan mobil Toyota Avanza yang dilengkapi perangkat fake BTS. Mereka hanya berperan sebagai operator lapangan, dengan tugas berkeliling di area ramai agar sinyal palsu menjangkau lebih banyak ponsel.

“Mereka hanya disuruh mutar-mutar saja, semua sistem sudah diatur dari pusat. Bahkan siapa pun bisa melakukannya, karena tidak butuh keahlian teknis khusus,” ungkap Komjen Wahyu.

Tersangka XY diketahui baru masuk ke Indonesia pada Februari 2025 dan dijanjikan gaji Rp22,5 juta per bulan. Sementara tersangka YXC sudah keluar masuk Indonesia sejak 2021 dengan visa turis, dan tergabung dalam grup Telegram bernama Stasiun Pangkalan Indonesia yang membahas operasional fake BTS.

Barang bukti yang diamankan meliputi dua unit mobil yang dilengkapi alat fake BTS, tujuh unit handphone, tiga SIM card, dua kartu ATM, serta dokumen identitas milik tersangka YXC.

Para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal, termasuk:

- UU No. 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE);
- UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi;
- UU No. 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU);
- serta Pasal 55 KUHP tentang turut serta melakukan kejahatan.

Ancaman hukuman maksimal mencapai 12 tahun penjara dan denda hingga Rp12 miliar.

Polri menegaskan akan terus melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap pelaku utama yang diduga mengendalikan operasi ini dari luar negeri. Kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, Imigrasi, dan jika diperlukan, Interpol, akan dilakukan untuk menelusuri jaringan internasional di balik kejahatan ini.

Komjen Wahyu pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap SMS atau pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal, terutama yang berisi tautan mencurigakan.

“Kalau kita bukan nasabah Bank X, lalu tiba-tiba dikasih informasi poin atau saldo dari Bank X, logikanya itu tidak masuk akal. Tapi kadang karena ada tawaran iming-iming hadiah, orang bisa langsung terpengaruh,” pungkasnya.


Sumbar -- Menjelang musim mudik Lebaran tahun ini, Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk memeriksa kelengkapan dan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan, pada Senin (24/3) di Polda Sumbar.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan selama arus mudik.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menekankan pentingnya memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum digunakan untuk mudik. 

Aspek-aspek yang perlu diperhatikan meliputi pemeriksaan mesin, ban, rem, dan radiator. Selain itu, kelengkapan surat-surat kendaraan seperti STNK dan SIM juga harus dipastikan masih berlaku.


Sebelumnya, Polda Sumbar juga telah mengimbau warga yang akan meninggalkan rumah dalam waktu lama untuk melaporkan rencana mudik mereka ke kantor polisi terdekat.

Hal ini bertujuan untuk mencegah tindak kriminal seperti pencurian rumah kosong dan memastikan keamanan selama musim mudik. 

Dengan mematuhi imbauan ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik yang aman dan nyaman. 

Pastikan kendaraan Anda dalam kondisi terbaik dan koordinasikan keberangkatan dengan aparat setempat untuk menjaga keamanan lingkungan selama ditinggalkan. 

"Selamat mudik, patuhi aturan lalu lintas, dan utamakan keselamatan di jalan," tutup Kabid humas.(*)

 

Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan sejumlah manfaat mudik tanpa sepeda motor.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan bahwa pemudik memang tidak dilarang menggunakan sepeda motor. Namun alangkah baiknya apabila mudik dilaksanakan dengan memanfaatkan moda transportasi ataupun layanan mudik lainnya.

"Kami tidak melarang pemudik naik motor, tapi hanya menghimbau. Oleh sebab itu, cara bertindak untuk melayani kendaraan yang roda dua ini menjadi prioritas,” kata Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, dalam beberapa kesempatan.

Kakorlantas merekomendasikan agar masyarakat yang hendak menggunakan sepeda motor untuk memanfaatkan program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah maupun BUMN.

Himbauan agar masyarakat lebih memilih moda transportasi lainnya dalam mudik itu guna meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas. Di mana kendaraan roda dua paling banyak terlibat.

“Karena tahun lalu saat mudik 2024, kecelakaan terbanyak saat operasi ketupat, 75 persen adalah roda dua. Ini yang harus kita layani betul, tempat dari tempat harus kita kawal,” ujar Kakorlantas.

Ia juga menyarankan masyarakat yang terbiasa mudik menggunakan motor bisa beralih memanfaatkan program mudik gratis atau memanfaatkan layanan Valet & Ride yang disediakan Polri.

"Kami menghimbau kepada pemudik motor atau kendaraan roda dua untuk bisa memanfaatkan layanan Valet & Ride," pungkasnya. 

Adapun layanan Valet & Ride disediakan Polri di jalur Jawa Tengah di mana pengendara motor yang lelah bisa menitipkan motor ke truk dan beralih ke bus kemudian secara bersama melanjutkan perjalanan hingga ke kampung halaman.

 

Polda Sulbar - Tiga pemuda asal Donggala Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) harus berurusan dengan petugas Direktorat reserse narkotika Polda Sulbar karena terbukti memiliki sabu-sabu.

Ketiga pemuda itu identitasnya diketahui yaitu FK (23), RV (21) dan AF (23). Selanjutnya petugas mengamankan barang bukti berupa 3 (Tiga) buah saset kecil berisi kristal bening diduga sabu, 5 (lima) buah saset kecil berisi kristal bening diduga sabu, pirex kaca, sumbu dan alat hisap.

Selain barang bukti tersebut, petugas juga mengamankan kendaraan roda dua dan handphone milik pemuda tersebut.

Kasubdit III Kompol Eduard Steffry Allan T yang memimpin langsung penangkapan itu menyebutkan berawal dari pengembangan informasi yang diterima dari masyarakat. Kemudia petugas secara intens melakukan penyelidikan di Desa Sarjo Pasangkayu dan selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap FK dan RV yang saat itu sedang berboncengan.

Dari pemeriksaan dan penggelapan yang dilakukan terhadap FK dan RV, petugas menemukan 3(tiga) buah sachet berisi kristal bening diduga sabu yang diakui diperoleh dari AF.

Selanjutnya petugas bergerak cepat mendatangi kediaman AF yang berada di Desa Lalombi Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Dari tangan AF petugas mengamankan 5 (lima) buah sachet kecil berisi kristal bening di duga sabu.

Dari pengembangan yang dilakukan saat ini petugas menetapkan seseorang dengan inisial P sebagai DPO berdasarkan pengakuan AF karena barang bukti yang diamankan dari AF berhubungan dengan P.

 Humas Polda Sulbar

 

Dharmasraya – Polres Dharmasraya menggelar konferensi pers terkait pengungkapan sejumlah kasus menonjol yang berhasil diungkap sepanjang Maret 2025. Konferensi pers yang digelar di lobi Mapolres Dharmasraya pada Rabu (5/3/2025) ini dipimpin langsung oleh Kapolres Dharmasraya, AKBP Bagus Ikhwan, S.I.K., M.H., didampingi para Pejabat Utama Polres Dharmasraya.

Dalam konferensi pers, Kapolres menyampaikan sejumlah capaian pengungkapan kasus, di antaranya kasus pencurian dengan kekerasan (curas), kepemilikan senjata api rakitan tanpa izin, hingga perjudian dan pengungkapan narkoba.

Kapolres mengungkapkan bahwa Sat Reskrim Polres Dharmasraya berhasil mengungkap dua kasus curas di lokasi berbeda. Kasus pertama terjadi di Ruko Brilink Bonjovi, Jorong Sungai Nili, Kenagarian Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, pada Sabtu, 30 Maret 2024 sekitar pukul 22.30 WIB. Dan Kasus kedua terjadi di Toko Barokah, Jorong Sungai Betung, Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, pada Kamis, 16 Januari 2025 sekitar pukul 20.10 WIB.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan rekaman CCTV, enam pelaku berhasil teridentifikasi. Dari enam pelaku tersebut, dua orang berhasil diamankan, sementara empat lainnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan masih dalam pengejaran.

Dua pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial H dan W. Pelaku H berperan menyediakan tempat berkumpul dalam merencanakan aksi para pelaku sebelum beraksi, sedangkan W bertugas memberikan informasi terkait calon korban. Keduanya ditangkap di lokasi berbeda, yakni di Jalan Baru Pulau Punjung dan Jorong Maromau.

Dalam penggeledahan di rumah pelaku H, polisi menemukan tiga pucuk senjata api rakitan jenis gobok lengkap dengan amunisi, serta barang bukti lainnya berupa alat pencetak amunisi, mesiu, handphone dan uang tunai hasil kejahatan.

Selain kasus curas, Polres Dharmasraya juga mengungkap kasus kepemilikan senjata api rakitan tanpa izin. Kasus ini terungkap di Jorong Sungai Lomak, Nagari Gunung Selasih, Kecamatan Pulau Punjung, pada Selasa, 25 Februari 2025 sekitar pukul 15.00 WIB. Barang bukti berupa senjata api rakitan laras panjang jenis gobok berhasil diamankan.

Kasus tindak pidana perjudian jenis abok menggunakan uang sebagai taruhan juga berhasil diungkap. Pengungkapan ini dilakukan di Warung Kopi milik Pahmil, yang berlokasi di Pasar Sitiung V, Jorong 1 Aur Jaya, Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, pada Kamis, 26 Desember 2024 sekitar pukul 04.27 WIB.

Selain itu, Sat Narkoba Polres Dharmasraya turut mengamankan dua tersangka kasus narkotika berinisial R dan B. Keduanya ditangkap di Jorong Pasar Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, dengan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 42 gram.

Dalam serangkaian pengungkapan kasus ini, Polres Dharmasraya berhasil mengamankan total 5 orang tersangka, yang terdiri dari:
Dua tersangka kasus curas, yaitu: WG, 35 tahun, warga Jorong Maromau, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung dan H, 33 th, Petani, Jorong Lubuk Bulang Nagari Gunung Selasih Kec. Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya. Kedua pelaku saat ini ditahan di Polres Dharmasraya.

Sedangkan dua tersangka inisial K dan BS, ditahan di Polres Musi Banyuasin, Polda Sumatera Selatan dan Empat tersangka lainnya berstatus DPO, termasuk HK dan P.

Kapolres menjelaskan bahwa para pelaku curas menjalankan aksinya dengan mengintai korban yang bertransaksi di agen BRILink. Mereka mengincar warga yang membawa uang dalam jumlah besar, lalu informasi tersebut diteruskan ke rekan-rekan pelaku yang langsung beraksi di lapangan.

Salah satu tersangka W, mengaku berperan sebagai pemberi informasi target dan menerima bagian sebesar Rp. 15 juta dari hasil kejahatan. Beberapa barang hasil curian, seperti kulkas dan sepeda motor, turut disita sebagai barang bukti.

Imbauan Kapolres dalam bulan suci Ramadan, Polres Dharmasraya akan meningkatkan patroli rutin, terutama pada jam-jam rawan seperti menjelang sahur, berbuka puasa, dan saat pelaksanaan salat

 

Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengungkapkan hasil penindakan terkait penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang terjadi di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, dan Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Kasus ini melibatkan sejumlah tersangka yang diduga kuat telah memanipulasi distribusi solar bersubsidi untuk meraup keuntungan pribadi.

Brigjen Pol Nunung, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, dalam konferensi pers pada Kamis (6/3), menjelaskan, “Pada kesempatan ini, kami menyampaikan hasil penindakan yang dilakukan oleh tim penyidik Dittipidter Bareskrim Polri. Kami mengamankan 3 orang tersangka di Kabupaten Tuban dan 5 orang tersangka di Kabupaten Karawang, yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan BBM bersubsidi.”

Adapun inisial tersangka yang diamankan adalah BC, K, dan J dari Kabupaten Tuban, serta LA, HB, S, AS, dan E dari Kabupaten Karawang. Brigjen Pol Nunung menambahkan bahwa penyidik Bareskrim mulai menyelidiki kasus ini setelah menerima informasi mengenai adanya praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar di kedua daerah tersebut. Penyelidikan dimulai pada 26 Februari 2025, dan dalam waktu singkat, tim berhasil mengamankan total 16.400 liter BBM jenis solar yang disalahgunakan, dengan rincian 8.400 liter dari Tuban dan 8.000 liter dari Karawang.

Barang bukti yang diamankan oleh tim penyidik mencakup berbagai kendaraan, drum besar, jerigen, serta pompa dan selang untuk mengalirkan BBM ilegal. Dalam penjelasannya, Brigjen Pol Nunung menambahkan, “Barang bukti yang kami sita sangat beragam, mulai dari kendaraan yang digunakan untuk mengangkut BBM, hingga berbagai peralatan yang menunjang praktik ilegal ini.”

Lebih lanjut, Brigjen Nunung mengungkapkan modus operandi yang digunakan oleh para tersangka. Di Kabupaten Tuban, para tersangka menggunakan kendaraan yang sama berulang kali untuk mengangkut BBM bersubsidi jenis solar dengan memanfaatkan barcode yang disimpan di handphone milik salah satu tersangka. Sedangkan di Karawang, para tersangka membuat dan mengurus pembuatan surat rekomendasi untuk membeli solar bagi petani, yang kemudian digunakan untuk mendapatkan barcode My Pertamina.

“Setelah memperoleh banyak barcode, mereka melakukan pembelian dan pengangkutan BBM jenis solar secara berulang-ulang menggunakan kendaraan bermotor. Hasil BBM yang dibeli ini kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi dari harga subsidi,” jelas Brigjen Nunung.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, serta Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda hingga Rp 60 miliar. Dalam kasus ini, negara diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 4,4 miliar, dengan kerugian terbesar berasal dari Kabupaten Karawang.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan penegakan hukum terhadap tindak pidana yang berkaitan dengan barang-barang yang disubsidi oleh pemerintah. Tindakan ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak luas pada kesejahteraan masyarakat,” kata Brigjen Nunung menutup konferensi pers.

Bareskrim Polri juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat dalam mencegah praktik penyalahgunaan barang subsidi agar dapat tepat sasaran dan mendukung kesejahteraan publik.

 

Aiptu Roza Satria Dharma, yang sehari hari bertugas di Direktorat Sabhara Polda Sumbar, berhasil  menorehkan hasil yang gemilang, yang mana anak anak binaaanya, sebanyak 35 keping emas berhasil disabet anak anak asuhannya di ajang Sahabat indonesia Taekwondo National Championship 2025 yang baru baru ini digelar di gor Unp

Sebagai bentuk rasa syukur atas torehan dengan berhasil membawa 35 keping mendali  yang terdiri dari,  emas sebanyak 5 keping perak 13 keping dan perunggu 17 keping, sekaligus menyambut masuknya bulan suci Ramadhan,para atlet Balai Gadang Taekwodno  Fighter (BTF) kamis malam dan para orang tua  yang di Pelopori oleh Aiptu Dharma juga melaksanakan makan bersama dilapangan BTF.

Juniar gulo pelatih BTF  mengatakan, meski baru seumur jagung dojang tempat ia melatih, namun sudah terlihat perkebangan yang pesat, semua berkat bimbingan dan arahan  dan pembinaaan BTF yakni Aiptu Dharma, sebab  hampir setiap latihan selalu di pantau oleh beliau, apalagi kebanyakan atlet atlet BTF nantinya bercita cita menjadi polisi.

Selain makan bersama menjelang Ramadhan,    Aiptu Dharma juga memberikan  bantuan tali asih  kepada tiga orang atlet BTF, karena ketiga anak tersebut merupakan anak yang tidak mempunyai orang tua (anak yatim)

Sementara itu Rifanil Efendi  salah seorang atlet yang kedua orang tuanya sudah meninggal dnegan mata berkaca kaca mengtakan, “ berkat sering mendaptkan perhatian khusus dari pembina Aiptu Dharma, sehingga ia berhasil meraih mendali dalam Kejurnas, remaja yatim piatu yang bercita cita menjadi polisi bertekada akan mewujudkan cita citanya dengan giat berlatih,


Sumbar  -- Untuk mendorong peningkatan interaksi personel Polda Sumbar dengan Al-Qur'an, Kapolda Sumbar Irjen Pol Dr. Drs Gatot Tri Suryanta, M.Si, CSFA meluncurkan program  "One Day One Khatam Al-qur'an"  pada Jumat pagi (2/2025), di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.

Inisiatif ini untuk mendorong peningkatan interaksi seluruh personel Polda Sumbsr dan seluruh jajaran Polres dengan Al-qur'an, dan untuk meningkatkan kecintaan dan pemahaman personel terhadap Al-qur'an, serta membentuk personel yang berakhlak mulia dan beriman kuat.

Program "One Day One Khatam Al-qu'an"  selama bulan Ramadhan, di mana personel Polda Sumbr akan khatam Al-qur'an setiap harinya.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dalam sambutanya mengatakan, 
Bahwa bulan suci ramadhan yakni bulan yang pernah berkah dan penuh ampunan, dan bulan di turunkannya Al-qur'an, serta bulan dimana amal ibadah akan dilihat gandakan.

Dalam kesempatan itu juga, Kapolda Sumbar mengajak semua pihak semua menyambut dengan sukacita, dengan luar biasa, serta dengan meningkatkan amalan ibadah.

"Mari kita menyambut bulan puasa ini dengan luar biasa dan meningkatkan amalan ibadah, " kata Kapolda.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan, kegiatan one day one khatam Al-qur'an ini dilaksanan di Polda Sumbar dan juga dilaksanakan di seluruh Polres jajaran.

Selain itu kata Kapolda, disamping membaca, kegitan ini juga bisa belajar dan menambah pengetahuan kita tentang Al-qur'an. 

"Kegiatan one day one khatam Al-qur'an, untuk di Polda Sumbar akan di pimpin oleh qori  yang telah ditunjuk, dan untuk jajaran Polres dipimpin oleh qori masing-masing," ujar Kapolda.

Kapolda Sumbar berharap, Semoga kegiatan one day one khatam Al-qur'an menjadi pemicu dan pemacu untuk mencintai Al-qur'an,  karena Al-qur'an dapat menjadi pedoman hidup, petunjuk, obat dan nasehat dan dapat memperbaiki prilaku kehidupan sehari-hari.

"Dengan mengucapkan bismillahirrohmanirrokhim,  one Day one khatam Al-qur'an, pada hari ini Jumat tanggal 28 Pebruari 2025, pukul 06.15 Wib, secara resmi dimulai," kata Kapolda Sumbar. 

Dalam acara ini turut dihadiri Gubernur Sumbar yang diwakili Sekda Provinsi Sumbar, jajaran Forkompida, Wakapolda Sumbar Irjen Pol Gupuh Setiyono,  Pejabat utama Polda Sumbar,  Ketua LKAAM Provinsi Sumbar Prof. Drs Fauzi Bahar, M.Si, dan seluruh jajaran Polres yang diikuti melalui zoom metting serta undangan lainnya.(*)

 

Madiun - Dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan, Polri secara serentak melaksanakan penanaman jagung yang dimulai pada bulan November 2024 lalu.

Jagung yang ditanam di lahan seluas 28 Hektar berlokasi di petak 139 RPH Notopuro BKPH Notopuro KPH Saradan tersebut kini sudah panen.

Panen Raya Jagung Serentak Tahap I kali ini dilaksanakan oleh Polri di pusatkan di RPH Notopuro Desa Bulu Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun yang dipimpin oleh Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Kapolres Madiun AKBP Mohammad Zainur Rofik menyampaikan bahwa dalam kegiatan penanaman jagung di RPH Notopuro, Polri dalam hal ini Polres Madiun dan Satbrimob Polda Jatim melibatkan berbagai elemen masyarakat diantaranya para kelompok tani dan mahasiswa.

“Ada rekan - rekan Mahasiswa dari beberapa kampus yang ada di Madiun juga aktif dalam kegiatan penanaman jagung saat KKN," ujar AKBP Rofik.

Mahasiswa tersebut bahu membahu bersama Polri dan masyarakat membantu melakukan penanaman bibit jagung guna mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan.

Atas dedikasinya, Kapolri Jenderal Polisi Listiyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan kepada ke Limabelas Mahasiswa tersebut pada saat pelaksanaan panen raya jagung serentak tahap I.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo dan Kapolda Jatim, Komjen Pol Imam Sugianto.

Irwasum Polri mengatakan Kapolri memberikan penghargaan kepada para mahasiswa sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kerja keras dan peran aktifnya dalam memperkuat sektor pertanian demi kesejahteraan masyarakat dalam mewujudkan swasembada pangan.

"Bapak Kapolri memberikan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif rekan - rekan Mahasiswa dalam memperkuat sektor pertanian demi kesejahteraan masyarakat dalam mewujudkan swasembada pangan," terang Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Harapan kedepan, semoga kegiatan yang dilakukan Mahasiswa Madiun ini dapat menjadi contoh bagi Mahasiswa yang lain dalam mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan. (*)


Jakarta -
Kalemdiklat Polri, Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda DL, menegaskan bahwa pendidikan di Sepolwan bukan hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter polisi yang humanis, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. 

Hal ini disampaikan dalam upacara pembukaan Bakti Sosial bagi siswa Diktuk Bintara Polwan Angkatan 57 dan Bakomsus Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 di Widya Samaja, di Lapangan Bola Desa Setu, Kecamatan Jasinga, Bogor.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, pelayanan, dan pengayoman kepada masyarakat. Polisi adalah bagian dari masyarakat, sehingga tugas kita bukan untuk meminta dipahami, tetapi untuk memahami. Bukan untuk minta dilayani, tetapi untuk melayani," ujar Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda DL.  

Dalam kegiatan bakti sosial ini, para peserta didik berkesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk memahami kehidupan sosial yang sesungguhnya. Mereka diajarkan untuk bersikap adaptif, komunikatif, serta mampu memberikan perlindungan dan pengayoman secara humanis.  

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah menerima para peserta didik dengan baik. Dari laporan yang saya terima, mereka menunjukkan keceriaan dan semangat dalam berbaur dengan masyarakat, yang menandakan bahwa mereka mulai memahami arti kehadiran Polri dalam kehidupan sosial," tambahnya.  

Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda DL juga menekankan bahwa pendidikan kepolisian harus berbasis moral dan literasi. Moralitas membentuk karakter yang kuat, sementara literasi menjadi landasan bagi profesionalisme dalam bertugas.  

"Menjadi polisi bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi juga memahami kehidupan masyarakat. Bahagia itu sederhana—cukup dengan mensyukuri, menikmati, dan membawa manfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, tunjukkan bahwa kalian adalah individu yang terdidik dan terlatih, yang siap menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," tegasnya.  

Selain itu, ia mengingatkan bahwa Polwan harus memiliki mental yang kuat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.  

"Menjadi Polwan berarti harus tangguh. Jangan cengeng, jangan hanya ingin diperhatikan atau diistimewakan. Jadilah pribadi yang mandiri, profesional, dan mampu berkontribusi secara nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban," pesan Kalemdiklat Polri.  

Di akhir sambutannya, Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda DL berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari program pendidikan Polwan ke depan.  

"Ini kegiatan pertama kali digelar, Jika kegiatan ini memberikan dampak positif, tentu akan diteruskan. Namun, jika tidak, maka perlu dievaluasi. Masyarakat akan menilai, dan kepercayaan publik terhadap Polri bergantung pada bagaimana kita menunjukkan profesionalisme dalam tugas," pungkasnya.

 

Jakarta -  Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Sandi Nugroho membuka workshop training of trainer Polri Tahun Anggaran 2025. Workshop tersebut diikuti oleh 112 peserta yang tidak hanya personel Mabes Polri, tetapi juga polda jajaran.

Workshop ini akan diisi oleh Kaprodi S1 UPH, Azalia Gerungan, B.Bus., M.Sc; Direktur Eksekutif Tempo, Philipus Parera; serta Senior Manager News Gathering SCTV dan Development Head, IGN Satya Panda.

Menurut Kadiv Humas, workshop ini diharapkan dapat menjadi pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang lebih siap di era digital saat ini. Tak dipungkiri, tantangan ke depan akan semakin kompleks dan seluruh jajaran harus siap menghadapinya.

“Besar harapan saya workshop training of trainer Polri T.A. 2025 dapat menghasilkan trainer-trainer yang memiliki kompetensi di bidang kehumasan yang mampu menyebarkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh pada workshop ini kepada seluruh personel Humas Polri, baik di tingkat polda, polres maupun polsek,” ujar Kadiv Humas dalam sambutannya, Senin (24/2/25).

Disampaikan Kadiv Humas, upaya untuk meningkatkan kemampuan SDM ini menindaklanjuti langkah menindaklanjuti Perkap No. 6 Tahun 2023 tentang penyelenggaraan kehumasan di lingkungan Polri serta upaya peningkatan kompetensi personel Polri. Dari aturan tersebut, fungsi kehumasan tidak hanya diemban anggota saja, tetapi juga hingga ke PNS Polri dan keluarga anggota Polri. 

Sebelumnya bahkan Kapolri telah me-launching E-learning Humas Presisi untuk sarana sertifikasi kompetensi kehumasan yang ada pada portal humas. Dalam program E-learning itu, para anggota mendapatkan kompetensi umum maupun kompetensi khusus.

“Bapak Kapolri sangat mengapresiasi pembuatan aplikasi E-learning Humas Presisi yang ada di Portal Humas dalam peningkatan kompetensi anggota humas dan seluruh anggota Polri,” ujar Kadiv Humas.

Ditekankan Kadiv Humas, dari berbagai upaya ini, jajarannya diharapkan bisa memperkuat profesionalitas. Sebab, kerja humas selalu mengawali, menyertai, dan mengakhiri.



Sumbar --  Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Dr. Drs Gatot Tri Suryanta, M.Si,  CSFA, memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Kapolsek Sipora, Polres Kepulauan Mentawai, Polda Sumbar, pada Senin (24/2/2025) pagi.

Acara yang berlangsung di halaman depan Mapolda Sumbar ini dihadiri oleh Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Gupuh Setiyono, pejabat utama Polda Sumbar, serta Kapolresta Padang, Kapolres Tanah Datar dan Kep. Mentawai.

Dalam kesempatan tersebut, jabatan Kapolsek Sipora, Polres Kepulauan Mentawai diserahterimakan dari IPTU Novaldi, S.E kepada AKP Herlina,  Mutasi ini merupakan bagian dari rotasi rutin di tubuh Polri yang bertujuan untuk penyegaran organisasi dan pengembangan karier personel. 

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dalam amanatnya mengatakan,  bahwa hari ini adalah hari yang berbeda, tidak seperti biasanya dilaksanakan serah terima jabatan, hari ini sertijab Kapolsek Sipora, Polres Kepulauan Mentawai langsung dipimpin oleh Kapolda Sumbar.

"Sertijab Kapolsek Sipora, Polres Kepulauan Mentawai hari ini sangat berbeda, Sertijab Kapolsek Sipora ini langsung saya Pimpin," kata Kapolda Sumbar.

Selanjutnya,  Kapolda juga menyampaikan bahwa ini adalah bentuk penghargaan dan kepedulian, dimana satu-satunya Kapolsek dan mungkin ini pertama kali, seorang Kapolsek dari Polisi Wanita (Polwan) akan bertugas di tempat yang cukup menantang.

Irjen Pol Gatot melanjutkan, bahwa AKP Herlina akan kembali ke Kampung halamannya sendiri dan akan bertugas dan serta berkomitmen untuk mendharma baktikan  dirinya. Dan mudah-mudahan dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki AKP Herlina bisa menjadi penyemangat, bisa menjadi pendorong buat kita semuanya untuk memberikan pelayanan dan keamanan terbaik khususnya di Kepulauan Mentawai.

Dalam kesempatan itu juga, Kapolda Sumbar mengucapkan terimakasih atas dedikasinya kepada IPTU Novaldi, SE dan sekali selamat kepada AKP Herlina yang dipercaya sebagai Kapolsek Sipora, Polres Kepulauan Mentawai.

Tidak itu saja, Kapolda Sumbar menjagak seluruh personil untuk yang berprestasi untuk selalu menebarkan kebaikan kepada seluruh personil dijajaran Polda Sumbar dan kepada masyarakat disekitar kita.

"Kita harus bisa menjadi Polisi bagi diri kita sendiri,  bisa menjadi polisi di lingkungan rumah tangga kita, dan bisa menjadi polisi dilingkungan sekitar kita, sehingga semua permasalahan bisa diselesaikan dengan cepat, tepat dan tidak harus dengan penegakan hukum," tutup Kapolda Sumbar.  

Diakhir amanatnya,  Kapolda Sumbar kembali mengingatkan seluruh personel untuk selalu mendukung penuh semua kebijakan yang telah menjadi perintah pimpinan untuk menjadi polisi yang teladan dan berintegritas, menjadi problem solver dalam membantu setiap Kesulitan masyarakat,  menjadi polisi yang peduli dan menebar kebaikan serta menjadi polisi menjadi kebanggaan bagi institusi, maupun selalu menyayangi keluarga.(*)


Jayapura – Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., didampingi Wakaops Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., secara resmi membuka kegiatan Gladi Posko Operasi Damai Cartenz-2025 di Swiss-Belhotel Jayapura, Kota Jayapura, Papua, pada Sabtu (22/2/2025). 

Kegiatan ini berlangsung hingga Minggu (23/2/2025) dan dihadiri oleh jajaran pejabat utama Operasi Damai Cartenz-2025.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakaops, Kaposko, Kaminops, Kasatgas Intelijen, Kasatgas Gakkum, Kasatgas Tindak, Kasatgas Humas, Kasatgas Siber, para Dansektor daerah operasi, serta perwira dan anggota Operasi Damai Cartenz-2025 lainnya.

Dalam Gladi Posko ini, para Kasatgas memaparkan kinerja serta koordinasi yang telah dan akan dilakukan di 11 wilayah operasi Damai Cartenz-2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan personel dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua, Papua Pegunungan dan Papua Tengah.

Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani dalam sambutannya menegaskan bahwa Polri memiliki tugas utama sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, yaitu memelihara keamanan dan ketertiban, menegakkan hukum, serta melindungi masyarakat. 

Ia juga menyoroti tantangan yang semakin kompleks, seiring perkembangan zaman, globalisasi, serta kemajuan informasi dan teknologi.

“Tantangan keamanan di beberapa kabupaten dalam wilayah hukum Polda Papua dan Polda Papua Tengah semakin meningkat akibat gangguan dari kelompok kriminal bersenjata dan kelompok kriminal politik bersama simpatisannya. Kita harus siap menjaga kewibawaan dan keutuhan NKRI,” ujar Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani menekankan pentingnya peningkatan wawasan, pengetahuan, dan pengalaman bagi peserta Gladi Posko agar mereka lebih siap menghadapi tantangan di daerah penugasan. 

Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi dan koordinasi antar satuan sangat diperlukan dalam menghadapi dinamika situasi di lapangan.

Kehadiran personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 di wilayah tugas harus menciptakan rasa aman, ketenangan, dan kedamaian bagi masyarakat dengan pendekatan humanis yang menghormati hak dan martabat setiap individu. 

Selain itu, para Dansektor diharapkan terus menjaga sinergitas dengan pemerintah daerah, elemen masyarakat, serta unsur TNI guna menjaga stabilitas keamanan.

Brigjen Pol. Faizal Ramadhani juga mengutip pesan inspiratif dari Pdt. I.S. Kijne, “Barang siapa yang bekerja di Tanah ini dengan setia, jujur dan dengar-dengaran, maka ia akan berjalan dari tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain.”

Dengan pelaksanaan Gladi Posko ini, diharapkan seluruh personel Operasi Damai Cartenz-2025 semakin siap dalam menjalankan tugas secara profesional serta responsif terhadap potensi gangguan keamanan di Papua, Papua Pegunungan dan Papua Tengah.

 

Elelim – Kepala Suku Yali-Yalimo, Akulak Lagoan, mengapresiasi keberhasilan Satgas Ops Damai Cartenz-2025 dalam menangkap Disertir Kepolisian Aske Mabel.

Penangkapan tersebut dilakukan pada Rabu, 19 Februari 2025, pukul 06.30 WIT di Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo. Aske Mabel diketahui kerap menebar teror di wilayah tersebut, sehingga membuat masyarakat merasa tidak aman.

Akulak Lagoan yang juga merupakan tokoh masyarakat Kabupaten Yalimo menyampaikan apresiasinya saat ditemui di Kampung Honita, Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, pada Jumat, 21 Februari 2025. 

Ia mengungkapkan bahwa sejak Aske Mabel membelot dan membawa kabur empat pucuk senjata api dari Polres Yalimo, masyarakat hidup dalam ketakutan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Satgas Ops Damai Cartenz-2025 karena telah menangkap Disertir Kepolisian Aske Mabel dan mengamankan kembali senjata yang dibawanya. Ini membawa ketenangan bagi masyarakat Yalimo,” ujar Akulak Lagoan.

Ia juga mendoakan agar Satgas Ops Damai Cartenz-2025 selalu diberkati dalam menjalankan tugasnya. 

“Tuhan memberkati Satgas Ops Damai Cartenz-2025 di mana pun kalian bertugas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Akulak Lagoan menegaskan bahwa dengan tertangkapnya Aske Mabel, situasi keamanan di Kabupaten Yalimo telah kembali kondusif. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang.

“Pembangunan Kabupaten Yalimo memakan waktu bertahun-tahun, ada yang lima tahun, tiga tahun, hingga empat tahun. Jangan sampai tindakan kriminal seperti yang dilakukan Aske Mabel menghancurkan kedamaian hanya dalam waktu singkat. Kami masyarakat Yalimo tidak menginginkan hal itu terjadi,” pungkasnya.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.